Pendidikan di Era Society 5.0

Seiring berjalannya waktu, teknologi saat ini semakin berkembang. Salah satunya adalah society 5.0 yang digagas oleh negara Jepang. Apakah yang dimaksud dengan society 5.0? Society 5.0 merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang berbasis modern yang memanfaatkan teknologi internet of things seperti kecerdasan buatan (AI), komputerisasi, juga industry robot.

Untuk itu kita harus mampu untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini. Bagaimana cara kita untuk bisa mempersiapkan diri agar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi yang ada saat ini?  Dengan ini kita harus mampu untuk mencoba belajar dengan tiga kemampuan utama yaitu

  1. kemampuan memecahkan masalah kompleks dan dapat menjadi problem solver bagi dirinya serta orang banyak.
  2. Kemampuan untuk berpikir secara kritis, bukan hanya sekadar dalam lingkup kecil namun juga dalam kehidupan sosial dan lingkungan sekitar agar timbul kepekaan.
  3. Meningkatkan ketrampilan diri dalam pengembangan digital dan kemampuan berkreativitas.

Dalam hal ini dunia Pendidikan mempunyai peranan penting, karena sangat diharapkan dapat menjangkau tempat atau desa terpencil untuk mengatasi kesenjangan terhadap pelayanan pendidikan dan teknologi yang diberikan kepada masyarakat luas. Pelayanan tersebut diharapkan dapat diberikan dengan optimal dan juga berkualitas. Dengan adanya society 5.0 dunia semakin berkembang dan bergerak dengan cepat. Melalui data society 5.0 juga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi sosial masyarakat.

Peranan dunia Pendidikan memiliki tanggung jawab secara penuh untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi masa depan. Saat ini anak-anak diharapkan tidak hanya diberikan bekal ilmu pengetahuan saja, tetapi juga harus dibekali dengan cara berpikir kritis. Agar nantinya anak-anak akan terbiasa dengan cara berpikir kritis, menganalisa dan berkreasi.

Cara berpikir ini dikenal dengan High Other Thinking Skills atau cara berpikir tingkat tinggi. Dengan memiliki kemampuan HOTS, peserta didik diharapkan dapat menemukan konsep pengetahuan yang tepat dengan praktik secara langsung dan merasakan bagaimana cara menghadapi permasalahan yang ada dilingkungan sekitarnya. Beberapa model pembelajaran bisa dipilih dan diterapkan oleh pendidik kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan nalar berpikir kritis seperti :

  1. Inquiry Learning
  2. Discovery Learning
  3. Project Based Learning
  4. Problem Based Learning

Dalam hal ini pendidik memberikan arahan kepada peserta didik untuk menemukan titik permasalahan dengan solusi yang muncul dari ide peserta didik sendiri. Sehingga peserta didik bisa terus berinovasi dan lebih kreatif. Tidak hanya diperkenalkan permasalahan dilingkungan sekitar, tapi peserta didik juga diperkenalkan dengan permasalahan universal. Hal ini juga akan menambah wawasan dari perserta didik itu sendiri. Pemanfaatan berbagai macam teknologi seperti telpon genggam, laptop juga dapat digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran.

Tidak hanya itu saja, jaringan internet juga sangat mendukung keberadaan mengenai teknologi. Pembelajaran melalui diskusi, video dan berbagai situs dapat melengkapi bahan pembelajaran dan mempersiapkan untuk menghadapi society 5.0.

Tentang Google Workspace for Education

Newsletter

Get latest news & update