عن حفصة أم المؤمنين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له) رواه الخمسة، ومال الترمذي والنسائي إلى ترجيح وقفه، وصححه مرفوعاً ابن خزيمة وابن حبان، وللدارقطني: (لا صيام لمن لم يفرضه من الليل)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Siapa saja yang puasa Ramadhan penuh dengan iman dan ihtisab, pasti akan diampuni dosanya yang telah berlalu”. (HR. Bukhari).
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Ya Allah, selamatkanlah aku untuk sampai pada Ramadhan dan selamatkanlah Ramadhan itu untuk sampai padaku, dan selamatkanlah amalanku di bulan Ramadhan.
Tidak diragukan lagi bahwa pada dewasa perjalanan tidak serumit jaman dulu. Bahkan dari kota ke kota lain, perjalanan berhari-hari bisa ditempuh dalam waktu yang cukup singkat, dan bahkan tidak dirasakan capek dan Lelah. Namun apakah lebih baik tetap berpuasa saat safar atau berbuka?
Banyak kaum muslimin menjelang puasa Ramadhan atau setelah Idhul Fitri mengkhususkan waktu untuk menziarahi kubur, bahkan sebagian dari mereka meyakini bahwa menziarahi pada waktu-waktu tersebut memiliki keutamaan khusus. Apakah itu benar?